David Both, 47, warga Inggris ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan Danau Bogor Raya, Blok T-H, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat. Korban diduga bunuh diri karena tidak bisa merayakan Natal dan
Tahun Baru 2011 bersama keluarganya di Inggris.
Korban, yang juga guru di sekolah internasional di Bogor, Jawa Barat diduga putus asa karena gajinya yang sangat kecil.
Dia pun mengakhiri hidupnya dengan meminum obat penyumbat darah dengan dosis berlebih yang dicampur dengan alkohol.
Korban meninggalkan secarik surat wasiat yang ditujukan untuk ibunya. Dia menuliskan kekecewaannya, tidak bisa merayakan Natal dan Tahun Baru 2011 bersama sang ibu.
Mutijan, seorang satpam Perumahan Danau Bogor Raya kaget saat mendekati rumah korban. Di depan pintunya ada selembaran kertas yang berbunyi, "Jangan masuk ke rumah ini sendirian karena saya sudah bunuh diri."
”Setelah membaca, kami langsung melaporkan kejadian ini kepada Mapolsek Bogor Timur,” jelasnya. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa mayat korban ke Rumah Sakit PMI Bogor untuk diotopsi.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Bogor, Ajun Komisaris Polisi, Indra Gunawan, berdasarkan secarik surat yang telah dituliskannya, korban bunuh diri gajinya terlalu kecil sehingga dia tidak bisa mudik. "Korban hanya bisa merayakan Tahun Baru bersama kerabatnya di Malaysia saja."
sumber :http://kumpulan-kisah-malam.blogspot.com/2011/01/bule-bunuh-diri-karena-digaji-murah.html
Tahun Baru 2011 bersama keluarganya di Inggris.
Korban, yang juga guru di sekolah internasional di Bogor, Jawa Barat diduga putus asa karena gajinya yang sangat kecil.
Dia pun mengakhiri hidupnya dengan meminum obat penyumbat darah dengan dosis berlebih yang dicampur dengan alkohol.
Korban meninggalkan secarik surat wasiat yang ditujukan untuk ibunya. Dia menuliskan kekecewaannya, tidak bisa merayakan Natal dan Tahun Baru 2011 bersama sang ibu.
Mutijan, seorang satpam Perumahan Danau Bogor Raya kaget saat mendekati rumah korban. Di depan pintunya ada selembaran kertas yang berbunyi, "Jangan masuk ke rumah ini sendirian karena saya sudah bunuh diri."
”Setelah membaca, kami langsung melaporkan kejadian ini kepada Mapolsek Bogor Timur,” jelasnya. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa mayat korban ke Rumah Sakit PMI Bogor untuk diotopsi.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Bogor, Ajun Komisaris Polisi, Indra Gunawan, berdasarkan secarik surat yang telah dituliskannya, korban bunuh diri gajinya terlalu kecil sehingga dia tidak bisa mudik. "Korban hanya bisa merayakan Tahun Baru bersama kerabatnya di Malaysia saja."


10 komentar:
astaghfirullahal adhim, gara2 itu aja kq bunuh diri..smga guru Indonesia laennya tidak berbuat spt itu.
...............................
ttg dik fika, bisa baca di
http://bchree.wordpress.com/2011/03/27/kedatangan-tamu-istimewa-2/
wew kecil bgt iman tuh bule....anyway main2 ke warungkopirezi.blogspot.com ya..ditanggung nagih deh....
wa...yang tanggungjawab siapa tuh?
salam kenal gan saya andri, mau sekadar share aja cara dapatin uang dari internet modal klick, oh iya law agan mau tuker link masuk aja ke blog saya biar tukeran kita.http://ptc-tian.blogspot.com/ klick disini gan
fakta membuktikan...
terima kasih ya sudah berkenan mampir dan bertukar link di blog ku http://blog.umy.ac.id/lintasberita/
Ngomong2 Lintas Berita dah ada blm ya dalam daftar Link Teman di Blog ini ?
Dari berita tersebut kita bisa memetik kesimpulan bahwa, guru-guru indonesia lebih baik dari guru dari luar sono, terutama dalam hal keikhlasan dalam menyalurkan ilmunya. gajinya guru udah lumayan besar kok, palagai di sekolah internasional, tapi kalau mau buat pulang kampung ke inggris sih ya jadinya kecil,mmm emang dasar kompeni.
Menyedihkan....
Salam kenal ya...ditunggu kunjungan baliknya, thanks.
lebay banget nih bule sih :p
hahaha
Wahh. ternyata guru2 asli org Indonesia hebat2 ya, jiwanya tahan banting. Meski gaji kecil, aku belum pernah dengar guru Indonesia sampe bunuh diri.
Poskan Komentar