Gara-gara menggunakan rok mini seorang siswi SMPN 4 Tawangsari Sukoharjo, dihukum oleh gurunya untuk melepaskan roknya, kira-kira mau diapain ya?Jangan berpikir negatif dulu, dia hanya disuruh ganti dengan sarung yang telah di sediakan oleh guru tersebut.
Kejadian ini bermula ketika siswi bernama Anisa Aulia Putri pada Rabu 22 September dipanggil oleh guru BP bermama Sugiman. Gadis ini di panggil karena menurut Sugiman rok yang dipakai oleh Anisa terlalu ketat dan pendek sehingga diminta dilepas dan digantikan dengan sarung yang disediakan oleh BP.
Setelah mengenakan sarung, Anisa diminta untuk tetap mengikuti pelajaran di ruang kelas hingga pelajaran usai. Tapi yang disayangkan ketika pelajaran telah usai, guru BP ini tidak mengembalikan rok milik Anisa sehingga dia kebingungan. Beruntung saja, Salah seorang temannya mau meminjamkan celana training untuk dipakainya.

Tapi Kepala sekolah bernama Sriyono ini menepis tudingan bahwa rok yang dilepas itu tidak dikembalikan kepada siswi yang bersangkutan. Siswi tersebut sudah diminta melepas sarung dan kembali mengenakan roknya. Atas kejadian itu pihak sekolah menyatakan penyesalannya dan akan meminta maaf kepada keluarga yang bersangkutan.baca berita selengkapnya di sini
Kinerja Dinas Pendidikan Sukoharjo mendapat sorotan serius serius. Setelah kasus pemukulan dan pelecehan seks di sebuah sekolah di Kecamatan Polokarto oleh oknum guru, kini muncul tindak arogansi baru dari oknum guru di Kecamatan Tawangsari.
Akibat perbuatan tersebut salah seorang siswi SMPN 4 Tawangsari, tidak berani masuk sekolah karena malu. Atas kejadian itu, Jumat (24/9), Mochammad Samrodin, salah satu anggota DPRD Sukoharjo dari Komisi IV yang membidangi pendidikan melakukan klarifikasi ke sekolah setempat.
Dalam klarifikasinya, Mochammad Samrodin mendapat penjelasan, tindakan arogansi dilakukan guru Bimbingan Pembina (BP) SMPN 4 berinisial Sugiman. Korban arogansi dilakukan terhadap siswa kelas IX D berinisial Ans (14). Siswa kelas IX D itu diperlakukan tidak senonoh dan tak layak yakni dipaksa mengikuti pelajaran dengan mengenakan sarung warna merah.
Kepada wartawan politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan, pada Rabu (22/9) lalu, Ans memakai pakaian bawahan rok ketat dan sedikit mini bersama tiga teman lainnya. Namun, mendadak Ana dipanggil guru BP dan disuruh masuk ke ruang guru.
Sesampai di ruang guru, Ana disuruh mencopot rok yang dipakai dan diminta memakai sarung yang disiapakan guru BP. Karena takut, ia menuruti permintaan gurunya itu memakai sarung selanjutnya mengikuti pelajaran sampai selesai.
Akibat perbuatan guru BP, siswi tersebut malu dan kebingungan saat pulang sekolah. Beruntung, dia dipinjami celana panjang temannya sehingga ketika pulang tidak memakai sarung.
"Saya mendapatkan penjelasan secara panjang lebar, dan saya meminta pihak sekolah menyelesaikan masalah ini. Pihak guru yang terlibat saya minta untuk meminta maaf," kata Samrodin dihadapan Kepala Sekolah (Kasek) Sriyono, guru BP Sugiman dan guru kelas.
Atas klarifikasi itu Kasek Sriyono mengungkapkan, bersedia menerima masukan dari wakil rakyat. Pihaknya sudah menjelaskan secara runtut kejadian itu kepada pimpinannya di Dinas Pendidikan.
"Intinya apa yang dilakukan oleh guru BP hanya ingin memberikan pelajaran kepada siswa tersebut. Jika hal itu dinilai melanggar, kami menerima masukan itu dan memberikan perlakukan lebih baik kepada siswa yang melakukan kesalahan," katanya.


21 komentar:
kalau seorang murid yang dianggap salah saja harus dihukum seperti itu, maka sudah seharus seorang Guru BP yg notabene adala pendidik, haruslah ditindak tegas ! dan tidak sebatas permohonan maaf kepada keluarga, karena bukankah siswa tersebut tidak pula diberi kesempatan untuk meminta maaf ...?
memberi sebuah hukuman itu harus disertai dengan unsur yang mendidik. jika memang rok terlalu pendek, bisa kan pihak sekolah memulangkan untuk sementara siswinya sampai bisa memenuhi standar rok yang berlaku. ini sudah masuk dalam ranah pelecehan. semoga ke depan, kita kaum guru bisa lebih inovatif dalam memberi tindakan pada siswa kita
sungguh diluar unsur mendidik. guru harusnya lebih tahu mana cara yang terbaik bagaimana medidik yang baik. ini kan pelecehan juga. yang berimbas pada psikologi sang anak. wah....bener2 nih orang. pendidik kok ga bisa mendidik
wah saya kira mau di apain... ternyata di suruh ganti sarung :D
hehehe
@BRI Jakarta VeteranBetul mas, sebetulnya bila guru mau mengerti banyak cara dalam mendidik siswa ... bila kejadiannya seperti ini pemerintah terutama dinas pendidikan harus memberi sangsi tegas kepada sang guru
@SMKN Pasiriansetuju sekali...toh mereka sudah dewasa sudah tahu mana yang baik dan yang buruk..dengan cara bicara baik-baik dan pemantapan keagamaan yang sungguh2 saya kira para siswa mau tuk berubah
@Widyguru seperti ini kalau perlu sertifikasinya layak dicabut
@Alvapertama dapat beritanya pikiran saya juga bertanya-tanya seperti itu he..he..
Hem... menurut saya guru BP sedikit over, namun cukup tolerir. Justru siswi itu yang kebangeten, pakai rok mini, ketat, tuh maunya apa??? Manfaatnya juga apa??? Minta diperlakukan macam celeb atau macam pelacur??? Jangan biarkan lelaki yang brangasan memperkosa perempuan yang centhil macam itu!!! Kasihan polisi yang menjaga kemananan kita..mereka jadi tidak sepi dari kerjaan...qaqqaaqaqaqa...
seharusnya bisa dilakukan tindakan yg lbh mendidik jika memang siswi tsb ada kesalahan, bukan malah diperlakukan seperti itu ..
guru BP itu yg semestinya juga diberikan pendidikan serta pengetahuan ttg cara menghadapi siswa/siswi yg melakukan kesalahan, saya rasa masih banyak solusi lain yg lebih mendidik ..
Wah sungguh keterlaluan itu bos, parah tu guru.
Salam
Menimbulkan efek syok, ini yg berbahaya..
Siswa adalah seorang anak yg masih ingin ikut2an serta sangat rentan dengan pergaulan. Mereka mengikuti mode itu adalah sebuah aktualisasi diri, terkadang orang dewasa sulit melihat dan menyesuaikan pandangannya terhadap perkembangan jaman, tapi mereka lebih awal mengetahuinya.
Memberi hukuman itu penting, dan ada batasannya asalkan masih dalam koridor, Jika terpaksa menggunakan hukuman fisik gunakan hukuman fisik tersebut didaerah tubuh tertentu.
Guru Bp disini adalah salah satu Oknum guru yg tertangkap berita, padahal banyak diluaran sana yg seperti ini, saya pribadi merasa ngeri dengan ulah oknum ini, sebaiknya pengawasan disekolah lebih terarah lagi...
Salam kawan
Sebaiknya cari cara yang baik dan mendidik untuk memberi pelajaran kedisiplinan kepada anak. biar anak enak, guru juga enak.
Hargai dan Sejahterakan Guru, Bangsa akan Maju. :D
Inikah potret bangsa kita...??? Emang betul sich jika siswa salah harus dikasih hukuman. aku juga setuju dengan tujuan biar dia jera. Tetapi dengan menghukum melepas rok apakah itu tidak berlebihan ???
@cahndeso trims atas semua komentarnya selama ini
@cinta puguh tugas guru yang sebenarnya adalah mendidik disamping mengajar tentunya sesuai norma2 yg berlaku
@indahnya kebersamaan ya jelas ini keterlaluan
@den bagas siip mas komentarnya trims deh jadi salut aku
@syahida betul itu
@smart bila guru sejahtera saya juga senang (maklum suamiku guru he..he)
@PIK betul mbak banyak kok cara untuk memberi hukuman yang mendidik
wah parah kalau kaya gini mah, makin hancur aja citra pendidikan bangsa kita
wah wah indonesia memang perlu diperbaiki!!!
jangan semakin mencela..
memberi hukuman kayak gitu udah memang patut dicurigai apa maksudnya, dan nggak wajar seorang guru ngasih hukuman gitu..
hukuman yang aneh dan membuat orang malu saja..
kalo sang siswa sudah ditegur sebelumnya karena kesalahan tersebut, menurut saya hal tersebut sangat wajar, siswa-siswi jaman skrg memang rada2 kurang ajar kalo tidak diberi tindakan yg tegas, kalo dia merasa malu krn pake sarung pulang, knp tdk malu saat memamerkan auratnya ketika memakai rok mini dan ketat.
Wah enak tuh.... rugi dong guru BPnya suruh ganti rok mini dengan sarung... kalo perlu semakin pendek roknya, semakin ketat yang dipakai bikin semangat guru untuk ngajar.....
Poskan Komentar